Fortasi Hari Ketiga SMK MUTU: Tanamkan Budaya 5S, Asesmen Potensi Diri, hingga Bijak Bermedia Sosial

Super Admin
|
15 Juli 2026
|
65 views
Fortasi Hari Ketiga SMK MUTU: Tanamkan Budaya 5S, Asesmen Potensi Diri, hingga Bijak Bermedia Sosial
Berita Sekolah

PENAJAM – Memasuki hari ketiga pelaksanaan Forum Ta'aruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) Tahun Pelajaran 2026/2027, SMK Muhammadiyah 1 Penajam Paser Utara (SMK MUTU) fokus pada penguatan karakter spiritual, pemetaan potensi akademis-psikologis, serta penanaman etika komunikasi baik di dunia nyata maupun dunia maya. Rangkaian agenda yang padat berhasil dilalui para peserta didik baru dengan penuh antusias.

1. Awali Hari dengan Duha dan Tadarus Bersama

Kegiatan hari ketiga dimulai dengan implementasi nyata dari program Pembiasaan Budaya Sekolah. Seluruh peserta didik baru bersama panitia berkumpul untuk melaksanakan ibadah salat Duha berjamaah yang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan tadarus Al-Qur'an.

Pembiasaan di pagi hari ini dirancang secara konsisten oleh SMK MUTU untuk mengetuk pintu berkah sebelum menuntut ilmu, sekaligus melatih kedisiplinan spiritual siswa agar terbiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT sejak dini.

2. Asesmen Komprehensif: Petakan Potensi dan Konsentrasi Belajar

Agenda berikutnya bergeser pada ruang kelas, di mana para siswa baru mengikuti rangkaian tes dan pengisian instrumen asesmen diagnostik awal. Kegiatan ini meliputi pengisian tes identifikasi awal sosial emosional untuk melihat kesiapan mental siswa, serta tes konsentrasi belajar.

Tidak hanya itu, para siswa juga menempuh asesmen literasi dan numerasi dasar, yang ditutup dengan pemetaan bakat dan minat. Data dari rangkaian asesmen komprehensif ini akan menjadi acuan penting bagi pihak sekolah dan para guru dalam merancang metode pembelajaran yang adaptif serta tepat saran sesuai karakteristik masing-masing siswa di jurusannya.

3. Penanaman Budaya 5S: Etika Insan Vokasi Berkarakter

Memasuki sesi siang, suasana aula kembali dinamis dengan penyampaian materi Budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun). Materi penting mengenai pembentukan karakter dasar dan tata krama ini disampaikan langsung oleh Bapak Randi Tri Utomo, S.Pd.

Dalam paparannya, Bapak Randi menekankan bahwa keahlian teknis (hard skills) yang hebat di dunia kejuruan tidak akan berdampak maksimal tanpa dibarengi dengan etika kepribadian (soft skills) yang baik. Melalui implementasi 5S, para siswa baru dituntut untuk selalu ramah, menghormati guru, menghargai sesama teman, serta mampu membawa diri dengan sopan dan santun, baik di lingkungan sekolah maupun saat kelak terjun ke dunia industri nyata.

4. "Aku dan Sosial Media-ku": Sopan Santun di Ruang Digital

Sebagai penutup rangkaian materi di hari ketiga, para peserta menerima pembekalan yang sangat relevan dengan generasi muda saat ini, yaitu materi tentang sopan santun bermedia sosial dengan tajuk "Aku dan Sosial Media-ku". Materi ini disampaikan langsung oleh narasumber, Bapak Rahmat Renaldi Saputra, S.Psi.

Dalam sesinya, Bapak Rahmat memberikan pemahaman dari sudut pandang psikologis mengenai pentingnya menjaga etika di ruang digital. Siswa baru dibimbing untuk cerdas memfilter informasi sebelum dibagikan, menghindari ujaran kebencian (hate speech) maupun perundungan siber (cyberbullying), serta bagaimana memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk berkarya dan membangun personal branding yang positif demi masa depan mereka.