
Penajam Paser Utara, Selasa, 8 September 2026 — SMK Muhammadiyah 1 PPU terus berupaya membangun karakter siswa melalui berbagai kegiatan pembiasaan positif yang dilaksanakan secara rutin di lingkungan sekolah. Salah satu kegiatan yang menjadi bagian dari program pengembangan karakter adalah kegiatan keagamaan setiap hari Selasa, yang diisi dengan Salat Duha berjamaah, kultum, serta berbagai kegiatan Islami lainnya.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya sekolah dalam menanamkan nilai-nilai religius kepada siswa, sekaligus membentuk kebiasaan baik yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pelaksanaan yang dilakukan secara konsisten, sekolah berharap kegiatan keagamaan tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga mampu memberikan pengaruh positif terhadap sikap, kedisiplinan, tanggung jawab, serta akhlak siswa.
Pada kegiatan Selasa ini, para siswa mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib. Salat Duha berjamaah menjadi salah satu agenda utama yang dilaksanakan bersama. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan aktivitas keislaman lainnya, termasuk kultum yang dapat disampaikan oleh siswa maupun pembinaan yang diberikan oleh guru.
Kultum siswa menjadi salah satu bagian penting dalam program ini karena tidak hanya melatih pemahaman siswa terhadap nilai-nilai keislaman, tetapi juga memberikan kesempatan kepada mereka untuk belajar tampil di depan umum. Melalui kegiatan tersebut, siswa dibiasakan untuk meningkatkan keberanian, kemampuan berkomunikasi, rasa percaya diri, serta tanggung jawab dalam mempersiapkan materi yang akan disampaikan.

Selain meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum, kegiatan keagamaan juga menjadi sarana untuk mengingatkan siswa mengenai pentingnya menjaga sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Nilai seperti kejujuran, kedisiplinan, menghormati guru dan teman, menjaga kebersihan, melaksanakan tanggung jawab, serta membangun kepedulian terhadap sesama terus ditanamkan melalui berbagai kegiatan pembinaan.
Sekolah memandang bahwa pembentukan karakter tidak cukup hanya dilakukan melalui penyampaian materi di dalam kelas. Karakter justru perlu dibangun melalui proses pembiasaan yang dilakukan secara terus-menerus. Karena itu, kegiatan keagamaan rutin menjadi salah satu ruang bagi siswa untuk belajar menerapkan nilai-nilai positif secara langsung.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik dan keterampilan kejuruan, tetapi juga memperhatikan perkembangan spiritual dan karakter peserta didik. Sebagai sekolah kejuruan, SMK Muhammadiyah 1 PPU berharap para siswa nantinya tidak hanya memiliki kompetensi yang baik ketika memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan, tetapi juga memiliki sikap, etika, dan tanggung jawab yang baik.
Melalui kegiatan Salat Duha berjamaah, kultum, nasihat keagamaan, dan berbagai kegiatan Islami lainnya, siswa secara bertahap dibiasakan untuk membangun kesadaran dari dalam diri. Harapannya, nilai-nilai yang diperoleh dari kegiatan tersebut dapat tercermin dalam perilaku mereka, baik ketika berada di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan masyarakat.

Keterlibatan siswa dalam kegiatan juga menjadi bagian penting dari proses pendidikan. Siswa tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi secara bertahap diberikan ruang untuk berperan dalam pelaksanaan kegiatan. Hal tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki, tanggung jawab, kepemimpinan, dan keberanian mengambil peran dalam kegiatan positif.
Sekolah akan terus mengembangkan kegiatan pembinaan keagamaan agar pelaksanaannya semakin bermakna bagi siswa. Evaluasi dan pengembangan kegiatan juga dapat dilakukan dengan menghadirkan tema-tema kultum yang dekat dengan kehidupan remaja, seperti menghargai waktu, menjaga pergaulan, tanggung jawab terhadap pilihan, adab kepada orang tua dan guru, disiplin, kejujuran, hingga bagaimana menghadapi tantangan kehidupan dengan sikap yang baik.
Melalui kegiatan rutin setiap hari Selasa dan Rabu ini, SMK Muhammadiyah 1 PPU berharap dapat terus membangun budaya sekolah yang positif dan religius. Proses pembentukan karakter memang tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat, tetapi membutuhkan konsistensi, keteladanan, serta pembiasaan yang dilakukan bersama-sama oleh seluruh warga sekolah.
Dengan adanya kegiatan ini, sekolah berkomitmen untuk terus menghadirkan pendidikan yang seimbang antara pengetahuan, keterampilan, karakter, dan nilai-nilai keagamaan, sehingga siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya kompeten di bidangnya, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, disiplin, bertanggung jawab, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan di sekitarnya.