
PENAJAM – Dalam rangka menguatkan pembinaan karakter religius serta memetakan tingkat kemahiran literasi Al-Qur'an peserta didik baru, SMK Muhammadiyah 1 Penajam Paser Utara (SMK MUTU) menggelar kegiatan Pemetaan Kemampuan Baca Al-Qur'an. Kegiatan ini wajib diikuti oleh seluruh siswa-siswi kelas X dari berbagai program keahlian.
Pemetaan ini menjadi langkah awal yang sangat krusial bagi sekolah untuk merancang program pembimbingan norma keagamaan yang tepat sasaran, inklusif, dan berkesinambungan selama siswa menempuh pendidikan di SMK MUTU.
Diuji Langsung oleh Tim Keagamaan dan Guru Pendamping

Proses pengujian dan pemetaan ini dikawal langsung oleh jajaran guru di bidang keagamaan SMK MUTU, yaitu Ibu Khairatun Nisa, Bapak Abid Syahni, M.Ag., dan Bapak Setiawan M. Lail, M.Pd. Para penguji mencermati secara detail beberapa aspek dasar membaca Al-Qur'an, mulai dari ketepatan makhrajul huruf (tempat keluarnya huruf), hukum tajwid, kelancaran, hingga kebenaran murottal.
Guna memastikan jalannya alur pengujian tetap tertib, efisien, dan kondusif, kegiatan ini juga dibantu oleh tim guru pendamping yang terdiri dari Ibu Rizky Aspiah, S.Kom., Ibu Mastiara, Ibu Titus Kholifatin, dan Ibu Luti Handayani. Kehadiran para guru pendamping ini sangat membantu dalam mengondisikan antrean serta mendampingi kelancaran administrasi penilaian.
Berjalan Lancar dan Diikuti Seluruh Siswa Kelas X

Pelaksanaan pemetaan berlangsung dengan sangat baik, tenang, dan penuh khidmat. Seluruh siswa kelas X tampak antusias dan secara saksama bergiliran dipanggil menuju meja penguji untuk menunjukkan kemampuan membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an.
Dari hasil pemetaan ini, pihak sekolah akan mengelompokkan siswa berdasarkan tingkat kemampuannya. Bagi siswa yang sudah mahir akan diarahkan pada penguatan tahfiz (hafalan) atau pembinaan seni baca Al-Qur'an (tilawah), sedangkan bagi siswa yang masih membutuhkan bimbingan dasar akan mendapatkan pendampingan intensif melalui program Tartil dan Iqra sekolah.

Melalui kegiatan pemetaan ini, SMK MUTU PPU menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mencetak lulusan yang unggul dalam keterampilan kejuruan (vokasi), tetapi juga kokoh secara spiritual serta berpegang teguh pada nilai-nilai Al-Qur'an.